//
you're reading...

Kegiatan

Pendahuluan – Renstra 2008 s/d 2013

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang dibatasi oleh pembatas topografi, yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami.

Pada dekade terakhir ini, kondisi DAS Citarum-Ciliwung dan sekitarnya semakin menurun yang ditandai dengan terjadinya bencana banjir dan longsor di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Penyebab terjadinya bencana alam tersebut selain oleh faktor alamiah berupa iklim dan cuaca yang ekstrim serta kondisi geomorfologi (geologi, tanah dan topografi) juga disebabkan oleh ulah manusia yang melakukan pengrusakan terhadap hutan dan lahan.

Untuk mendukung optimalisasi upaya-upaya perbaikan kondisi DAS tersebut, Departemen Kehutanan melalui Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor P.15/Menhut-II/2007 tanggal 4 Mei 2007 menetapkan organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis pengelolaan Daerah Aliran Sungai dengan tugas dan fungsinya.

Dengan dikeluarkannya Permenhut tersebut membawa konsekwensi pada pengembangan tugas pokok serta fungsi yang lebih luas bagi BPDAS dalam penyusunan rencana pengelolaan DAS, pengembangan kelembagaan DAS dan Evaluasi Pengelolaan DAS.

Untuk mewujudkan tugas pokok dan fungsi tersebut dan dalam rangka optimalisasi pengelolaan DAS Citarum-Ciliwung yang sudah sangat mendesak, Balai Pengelolaan DAS Citarum-Ciliwung perlu menyusun Rancana Strategis (renstra) untuk periode 2008-2012.

B. Maksud dan Tujuan

Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung disusun dengan maksud sebagai perangkat untuk mencapai harmonisasi perencanaan pembangunan Kehutanan yang berkaitan dengan pengelolaan DAS dan RHL yang menyeluruh, terintegrasi, dan sinergi dengan sektor lain dalam mencapai tujuan pembangunan Kehutanan.

Adapun tujuannya adalah sebagai arahan kebijakan dan strategi pembangunan Kehutanan yang berkaitan dengan pengelolaan DAS dan RHL dalam menyusun program dan kegiatan tahun 2008-2012.

C. Ruang Lingkup

Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung Tahun 2008-2012 ini memuat :

1. Visi dan Misi BPDAS Citarum-Ciliwung

2. Kondisi DAS dan pengelolaannya saat ini

3. Kondisi yang diinginkan

4. Identifikasi masalah, analisa dan asumsi

5. Kebijakan, program dan kegiatan pokok BPDAS Citarum-Ciliwung tahun 2008-2012

D. Proses Penyusunan Renstra

Penyusunan Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung Tahun 2008-2012 dilaksanakan dengan proses partisifatif, transparan dan bertanggung jawab serta disusun melalui proses komunikasi dan konsultasi dengan Departemen Kehutanan khususnya Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS), Para Pejabat Struktural tingkat BPDAS Citarum-Ciliwung dan para staf BPDAS Citarum-Ciliwung.

Penyusunan Rentra BPDAS Citarum-Ciliwung Tahun 2008-2012 tetap mengacu kepada Renstra-KL Departemen Kehutanan Tahun 2005-2009 yang ditetapkan Peraturan Meneteri Kehutanan Nomor P.58/Menhut-II/2006 tanggal 30 Agustus 2006 tentang Rencana Strategis Kementerian Negara/Lembaga (Renstra KL) Departemen Kehutanan Tahun 2005-2009 (Penyempurnaan) serta tetap sejalan dan melanjutkan Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung Tahun 2003-2007.

Visi dan Misi yang digunakan tetap mengacu kepada Renstra-KL Departemen Kehutanan Tahun 2005-2009 dan Permenhut Nomor : P.15/Menhut-II/2007 tanggal 4 Mei 2007, yang penetapannya dilakukan melalui proses komunikasi komprehesif seluruh pejabat struktural dan staf BPDAS Citarum-Ciliwung.

E. Alur Pikir

Bagan alur penyusunan Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung adalah sebagai berikut (gambar 1)

F. Keluaran (output)

Keluaran yang ditargetkan pada akhir tahun 2012, diharapkan sejalan dan sinergis mendukung target pembangunan departemen kehutanan dan 7 kebijakan prioritas Departemen Kehutanan diantaranya konservasi sumberdaya hutan, rehabilitasi hutan dan lahan serta pemberdayaan masyarakat yang dicapai melalui runtut sasaran sebagai berikut :

1. Meningkatkan pemahaman dan partisipasi seluruh stakeholders dalam pengelolaan DAS baik aparatur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha

2. Meningkatnya koordinasi para pemangku kepentingan dalam pengelolaan DAS

3. Pemberdayaan rakyat di sekitar hutan dan peningkatan partisipasinya dalam pelestarian sumberdaya alam hutan, tanah dan air

4. Terwujudnya kondisi DAS yang optimal sebagai pengatur tata air.