//
you're reading...

Kegiatan

Analisa dan Asumsi – Renstra 2008 s/d 2013

BAB VI. ANALISA DAN ASUMSI

A. Identifikasi Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan

Dalam melakukan analisa untuk menentukan strategi, sasaran dan program selama lima tahun ke depan, Renstra-KL ini menggunakan telaahan SWOT. Telaahan ini menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan.

1. Beberapa faktor kekuatan yang bisa digunakan, antara lain :

a. Adanya perundang-undangan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan

b. Tersedianya sumberdaya manusia BPDAS Citarum-Ciliwung yang cukup banyak

c. Tersedianya gedung kantor dan fasilitas kerja yang memadai

d. Organisasi BPDAS yang cukup lengkap untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan

e. Tersedianya sarana prasarana peralatan monitoring kondisi tata air berupa Stasiun Pengamat Aliran Sungai (SPAS)

f. Sudah dibangun Sistem Informasi Manajemen DAS dan tersedia website BPDAS Citarum-Ciliwung

2. Beberapa faktor kendala/kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain :

a. ketersediaan anggaran untuk mendukung pelaksanaan tupoksi masih kurang

b. Lemahnya ketersediaan data yang akurat dan mutakhir

c. Gaji tidak memadai untuk kebutuhan minimal standar hidup pegawai

d. Kualitas SDM rendah

e. Penguasaan teknologi rendah

f. Setandar Operasional dan Prosedur belum mantap

3. Beberapa faktor peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain :

a. terdapat program nasional berupa Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan)

b. Adanya political will dari pusat untuk memperaiki kualitas DAS

c. Terdapat setidaknya 25 DAS yang perlu ditangani

d. Adanya kelompok tani

e. Terdapat LSM yang peduli lingkungan

f. Adanya program bantuan luar negeri untuk kelestarian lingkungan

g. Adanya program Dept Swap dari negara kaya untuk konversi hutang menjadi kegiatan pelestarian lingkungan

h. Global warming dan climate shange isue

i. Meningkatnya animo masyarakat untuk menanam

4. Beberapa faktor ancaman/tantangan yang perlu diantisipasi, antara lain :

a. Koordinasi lintas sektoral masih lemah

b. Luasnya lahan kritis dan tidak produktif

c. Meningkatnya kejadian banjir/longsor dan kekeringan

d. Tingginya tekanan penduduk sekitar hutan terhadap hutan

e. Terdapat status lahan tidak jelas seperti tanah guntai dan HGU terlantar

f. Kepemilikan lahan sempit

g. Kualitas SDM masyarakat desa hutan rendah

B. Analisa

Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan diperoleh laternatif-alternatif strategi jangka menengah pengelolaan DAS melalui 4 pengelompokan sebagai berikut :

1. Strategi memakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang

2. Strategi menanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang

3. Strategi memakai kekuatan untuk menghadapi tantangan

4. Strategi memperkecil kelemahan dan menghadapi tantangan

Rincian Strategi masing-masing kelompok dapat dilihat pada matrik 1.

C. Asumsi

Dalam upaya mencapai sasaran jangka menengah pembangunan kehutanan 2005-2009 yang realistik dan proporsional ditetapkan asumsi-asumsi dasar. Asumsi tersebut dijadikan pertimbangan dalam menganalisa masing-masing strategi yang tertuang dalam SWOT

Asumsi Dasar tersebut antara lain :

1. Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung mendapat dukungan dan komitmen dari jajaran BPDAS Citarum-Ciliwung, Ditjen RLPS dan Dephut

2. SDM BPDAS Citarum-Ciliwung yang kompeten tersedia dan dapat didayagunakan secara penuh

3. Regulasi dan kebijakan pembangunan kehutanan mendukung program-program yang ditetapkan dalam Renstra BPDAS Citarum-Ciliwung

4. Stakeholders dan sektor lain mendukung dan berpartisipasi secara penuh dalam pengelolaan DAS

5. Dana yang diperlukan untuk pengelolaan DAS tersedia dalam jumlah yang cukup dan sesuai jadwal yang direncanakan

6. Monitoring dan evaluasi pengelolaan DAS berjalan efektif

7. Stabilitas politik, keamanan, ekonomi dan sosial terjaga